Lapisan Alasan


Ideologisme postingan ini punya kemiripan dengan calon postingan Saya yang bertema definisi kebenaran, kejujuran, dan kedustaan. Fundamentalnya begini: normalnya, manusia selalu punya lebih dari satu alasan untuk melakukan sesuatu.

Kenapa kita makan?

1. Untuk bertahan hidup
2. Lapar
3. Suka menu
4. Menghargai si pemasak
5. Terlanjur beli
6. Iseng

Jawaban yang kita berikan selalu bergantung pada konteks dan memberikan satu jawaban bukan berarti menjadi pertentangan atas jawaban lainnya.

Misal, saat makan sore atau malam, ketika kita nongkrong, mungkin kita jawab suka menu. Di rumah, kita pakai alasan lapar. Ketika tak ada aktivitas, kita pakai alasan iseng. Padahal, jawaban bertahan hidup selalu benar dan bisa diterima, tapi bukan itu jawaban yang diinginkan lingkungan sosial. Masyarakat tidak butuh jawaban biologis, mereka butuh jawaban lain yang mereka ingin dengar dari lidah kita.

Dalam bekerja, 3 alasan utamanya adalah mencari uang -yang aslinya bertahan hidup-, meningkatkan skill, dan belajar. Kita semua tahu bahwa kita butuh jawaban diplomatis agar ada yang mempekerjakan kita.

Pun sama dengan beasiswa full, alasan utamanya adalah ingin sekolah gratis atau bahkan sekolah yang dibayar, bagi sebagian orang justru sebagai bagian dari prestasi hidup. Lagi-lagi 3 jawaban mentah tersebut tidak akan membuat kita diterima.

Sebagian orang beropini bahwa dunia lah yang memaksa kita mengenakan topeng kepalsuan, secara teknis memang benar. Kita tidak akan bisa diterima dalam keadaan mentah dan apa adanya di dunia, ibarat padi di alam yang akan berubah sangat mengagumkan ketika menjadi bubur atau ketupat.

Jadi pertanyaannya, apakah memberikan jawaban yang tidak merepresentasikan keinginan nurani merupakan sebuah kepalsuan?.

#lapisan #persona #copilot

Kamis, 4 Desember 2025

00.04

Didik Setiawan

Posting Komentar

0 Komentar