Mudah dipahami dalam waktu singkat.
Berikut beberapa hal sederhana yang biasanya membantu CV menjadi lebih jelas dan relevan bagi HR maupun user:
1. Mencantumkan project dan client dengan rapi
Industri EPC sangat berfokus pada project, sehingga informasi seperti nama project, owner/client, lokasi, dan scope (onshore/offshore) sangat membantu proses penilaian awal.
2. Menjelaskan lingkup kerja secara teknis namun tetap ringkas
Cukup tulis apa yang benar-benar Anda kerjakan, misalnya:
• mechanical static/rotating
• project scheduling dan progress
• PTW, SIMOPS
• welding inspection atau NDT
Penjelasan yang jelas biasanya memudahkan user memahami kompetensi Anda.
3. Menyebutkan fase project yang ditangani
Apakah Anda terlibat di engineering, fabrication, construction, pre-commissioning, atau commissioning. Informasi ini biasanya penting untuk menilai relevansi pengalaman.
4. Mencantumkan software atau tools yang digunakan
AutoCAD, E3D, ETAP, STAAD, Primavera P6, CMMS, dan software lain yang sesuai dengan disiplin Anda. Bagian ini sering menjadi pertimbangan penting pada tahap awal screening.
5. Durasi dan penyelesaian project
Akan lebih jelas jika Anda menuliskan durasi project serta fase yang Anda selesaikan. Contoh format yang umum digunakan:
• “Project duration: 6 months (involved until handover)”
• “Handled work from engineering stage to mechanical completion”
6. Sertifikasi yang mendukung
BOSIET, NEBOSH, CSWIP, ISO training, atau sertifikasi teknis lainnya dapat menjadi nilai tambah.
Secara umum, CV yang baik di industri EPC tidak harus panjang. Yang paling membantu adalah struktur yang jelas, detail teknis yang relevan, dan informasi project yang tertata.
Semoga insight sederhana ini dapat membantu rekan-rekan yang sedang menyiapkan CV atau mencari kesempatan baru di industri EPC/Oil & Gas.
Sumber: https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7398648514668527616/

0 Komentar