Penunggang Kepentingan
Demo biasanya ditunggangi oleh pihak yang menginginkan kerusuhan. Tapi apakah kerusuhan adalah sesuatu yang diinginkan?
Bagaimana jika yang diinginkan adalah pelarangan demo? caranya sederhana, yakni dengan menciptakan alasan logis agar demo dilarang.
Bagaimana cara melarang demo?
Mudah saja, caranya dengan membuktikan bahwa demo menciptakan kerusuhan dan huru-hara.
Demo = rusuh
Ini tujuannya.
Untuk mencapai hal itu, demo perlu disusupi dan disulut secara sengaja oleh pihak penunggang ini.
Pihak penunggang akan menciptakan sulutan emosi dan kerusuhan yang terlihat acak, padahal semua itu telah direncanakan.
Para penunggang akan menggunakan demo sebagai alat pencipta kerusuhan, sehingga demo bisa dilarang dengan alasan logis.
Pun sama seperti pembagian komisi keuntungan dari suatu serapan anggaran negara.
Konsepnya sederhana, ada pihak yang dibantu, lalu orang yang terbantu memberikan ucapan terima kasih dalam bentuk non ucapan.
Kenapa non ucapan? karena ucapan terima kasih sudah disampaikan dan ternyata terasa masih kurang.
Anggaplah Albert ingin masuk nominasi Nobel. Einstein sebagai panitia bisa membantunya dengan memberikan kemudahan akses dalam registrasi, namun tak menjamin akan memberikan kemenangan.
Faktanya, Albert memang punya kualitas yang sangat baik, ia berhasil memenangnkan Nobel dengan mudah, padahal Einstein hanya membantu dalam mengarahkan registrasi secara intensif.
Pertanyaannya, Ketika Albert memberikan uang atau komisi kemenangan sebagai ucapan terima kasih ke Einstein, apakah perilaku Einstein dapat dikategorikan sebagai suap atau Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme?.
Atau, apakah sebenarnya Einstein adalah penunggang pada acara nominasi Nobel?.
Tangerang, 8 Oktober 2026
17.40
Didik Setiawan
0 Komentar